HTC_-_ilustrasi_artikel-mei-Loji_Gandrung,_Dari_Gedung_Pesta_Jadi_Rumah_Dinas_Walikota_Surakarta

Loji Gandrung, Dari Gedung Pesta Jadi Rumah Dinas Walikota Surakarta

Sahabat Hartono Trade Center terutama yang tinggal di Solo dan sekitarnya pasti tak asing lagi dengan keberadaan bangunan kuno bernama Loji Gandrung. Lokasinya ada di Jl. Slamet Riyadi No. 261, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang harus dilindungi.

Cerita masa lalu

Menurut catatan sejarah, Loji Gandrung mulai dibangun pertamakali pada tahun 1830. Pemiliknya yang bernama Augustinus Detenze merupakan seorang pengusaha besar berkewargaan Belanda. Dia memiliki perkebunan yang sangat luas di daerah Ampel, Boyolali. Kemudian setelah Augustinus Detenze meninggal pada 1839, ditempati oleh anaknya yang bernama Dorethea Boode.

Sahabat Hartono Trade Center, setelah sekian kali menjadi tempat tinggal keturunan Augustinus Detenze dan pejabat pemerintahan Belanda, pada masa penjajahan Jepang bangunan tersebut sempat dijadikan markas tentara oleh penjajah Jepang. Lalu di era perang kemerdekaan, jadi tempat untuk mengatur strategi perang oleh Jenderal Gatot Subroto.

Ketika Indonesia sudah merdeka secara penuh, Presiden Soekarno selalu menginap di tempat ini saat singgah dan menjalankan tugas kenegaraan di kota Solo. Karena itulah terdapat ruang khusus yang dinamakan ruang Soekarno pada bangunan tersebut.

Kenapa dinamakan Loji Gandrung

Karena terkenal sebagai pengusaha besar di wilayah Surakarta, mendiang Augustinus Detenze sering menggelar pesta dansa di rumah kediamannya. Oleh masyarakat Solo, acara semacam ini disebut dengan istilah gandrungan. Sedangkan bangunan rumahnya yang ukurannya sangat besar dan luas, disebut sebagai loji.

Dari sinilah sahabat Hartono Trade Center bisa mengetahui latar belakang atau alasan kenapa bangunan kuno tersebut dinamakan Loji Gandrung. Meski demikian terdapat versi lain yang menyatakan jika penamaan ini mulai muncul sejak Presiden Soekarno sering menginap di tempat bersejarah ini.

Konon, saat menginap di Solo Presiden Soekarno suka mengadakan hiburan wayang orang dengan lakon Gatotkaca Gandrung. Para pemainnya adalah penari dari Gedung Wayang Orang Sriwedari. Setelah itu, banyak yang menamakan bangunan ini dengan sebutan Loji Gandrung.

Desain dan Fungsi Loji Gandrung di masa sekarang

Loji Gandrung merupakan bangunan indis serta menggunakan gaya neo klasik Eropa pada desain arsitekturnya. Di halaman depan terdapat patung Jenderal Gatot Soebroto dan dibelakangnya ada hiasan taman dan air mancur. Suasana sejuk dan rindang akan terasa saat berada di sini.

Dari halaman depan tersebut, sahabat Hartono Trade Center bisa menikmati langsung keindahan dan kemegahan Loji Gandrung dengan atap berhias kubah. Sebagian besar dari bangunan ini masih asli, termasuk lantai, hiasan lampu gantung hingga berbagai ornamen lainnya.

Pada masa sekarang, sahabat Hartono Trade Center pasti telah mengetahui bahwa Loji Gandrung beralih fungsi jadi rumah dinas Walikota Surakarta. Tapi pada saat tertentu, sering dibuka untuk umum dan dipakai melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah pameran produk UMKM atau Usaha Kecil Menengah.